Roh Pancasila Mengajarkan Semangat Cintakasih

 Leo Jegho  |     9 Jul 2016, 12:47

Entah apa yang dipercakapkan Presiden Soekarno dan para pemimpin Katolik dalam foto di atas. Paling kiri adalah Uskup Agung Semarang Mgr. Albertus Soegijapranata SJ. Ia tersenyum mendengar Presiden Soekarno (berkopiah) mengatakan sesuatu kepada Duta Besar Vatikan untuk Indonesia. Sementara itu IJ Kasimo, pendiri dan ketua Partai Katolik, menyimak dengan serius.

Roh Pancasila Mengajarkan Semangat Cintakasih

Banyak orang Katolik tidak selalu ingat bahwa Mgr. Soegijapranata adalah pahlawan nasional. Presiden Soekarno memberinya gelar pahlawan karena cinta tanah airnya sangat mengesankan. Mgr. Soegijapranata pula yang mencanangkan motto "SERATUS PERSEN KATOLIK, SERATUS PERSEN INDONESIA!".

Bagi Mgr. Sugijapranata dan kedua tokoh Katolik lain (dalam foto di atas), menjadi orang Indonesia dan hidup sebagai orang Gereja bukan dua hal terpisah. Orang Katolik Indonesia mencintai tanah airnya seratus persen, juga ketika negeri ini terpuruk sekalipun. Mencintai negeri adalah KEWAJIBAN warga dan HAK negara, sesuai pesan Kitab Suci. Sabda Yesus: "Berikan kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah."

Roh Kuduslah yang mendorong semangat di atas menjadi kenyataan. Patut pula dihayati dengan sungguh-sungguh satu hal ini: "Roh Pancasila" tidak hanya memperkuat semangat Cinta Tanah Air tetapi juga semangat Cinta Kasih. Bukankah Roh Kudus adalah Roh CINTA KASIH?

Mari camkan ini! Pancasila mengajarkan cinta kepada TUHAN (Sila Pertama) dan cinta kepada SESAMA (Sila Kedua) yang diwujud-nyatakan melalui cinta negeri (Sila Ketiga), cinta demokrasi (Sila Keempat), agar semua hidup ber-keadi-lan (Sila Kelima).

Lihat Juga:

Tema Minggu (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Rabu, 8 Desember 2021

Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda Cintai bunda kita. Dan ia akan memperoleh rahmat yang berlimpah-limpah untuk membantumu untuk...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi