Pertemuan 3 Adven: Mencintai Bumi Kita

 Leo Hendrata  |     10 Dec 2016, 13:43

Berbagai bencana alam seperti tiada hentinya terjadi menimpa bumi ini. Selama tahun 2016 ini hujan dan panas saling mengisi cuaca di Nusantara ini secara tidak beraturan, sehingga produksi tanaman pangan yang menopang kehidupan kita terganggu dan menurun drastis. Ketidakaturan musim sangat merugikan pertanian dan nelayan.

Pertemuan 3 Adven: Mencintai Bumi Kita

Titik awal kehancuran bumi ini adalah keserakahan manusia dalam mengambil hasil bumi secara berlebihan dan akibat dari budaya 'membuang'(throw-away culture). Allah menciptakan manusia, bumi dan segala isinya, dalam tatanan yang harmonis dan damai. Manusia sebagai mahluk yang diciptakan oleh Allah menurut gambar-Nya diberi tanggung jawab untuk 'mengelola' bumi dan segala isinya (bdk. Kejadian 1:26-30). Sudah selayaknya kita sebagai mahluk tertinggi melaksanakan kehendak Allah dengan penuh tanggung jawab dan setulus-tulusnya.

Dengan dasar nilai-nilai luhur kehidupan dalam keluarga dan masyarakat sekitar, kita diajak untuk berpandangan positif terhadap lingkungan dan alam sekitar dengan mencintai bumi. Dalam ensikliknya Laudato Si, Juni 2015, Paus Fransiskus menekankan bahwa kepedulian pada lingkungan hidup adalah bagian dari pokok iman dan bukan merupakan pilihan melainkan kewajiban. Umat Katolik harus berani memulai suatu kesadaran untuk membuat bumi menjadi tempat tinggal yang lebih baik. Kesadaran seperti ini harus dilakukan bersama-sama dalam keluarga dan lingkungan melalui suatu gerakan nyata, dan menjadi teladan umat lain.

Melalui Bulan Keluarga ini, umat diajak untuk lebih mencintai bumi ini dengan melakukan hal-hal yang sederhana dan mudah dilakukan sehari-hari, tetapi dampaknya akan luar biasa positif, seperti misalnya:

  • Memilah sampah organik dan non-organik dan menaruhnya ke tempat sampah yang sesuai.
  • Tidak makan atau minum berlebihan sehingga menyisakan makanan.
  • Menghemat penggunaan listrik.
  • Penghijauan (menanam pohon) pekarangan
  • Tidak memakai kemasan plastik dan styrofoam (Pan-Tik-Foam)
  • Memilah sampah organik dan non-organik dan menaruhnya ke tempat sampah yang sesuai.
  • Tidak makan atau minum berlebihan sehingga menyisakan makanan.
  • Menghemat penggunaan listrik.
  • Penghijauan (menanam pohon) pekarangan
  • Tidak memakai kemasan plastik dan styrofoam (Pan-Tik-Foam)

Kapan saya mulai menjaga lingkungan hidup sekitar saya tinggal, sekaligus merawatnya? Sebagai anggota keluarga, bangsa Indonesia, kita wajib mengambil inisiatif untuk melestarikan lingkungan hidup yang nyaman.

Lihat Juga:

Tema Minggu (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Rabu, 8 Desember 2021

Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda Cintai bunda kita. Dan ia akan memperoleh rahmat yang berlimpah-limpah untuk membantumu untuk...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi