Memerdekakan Bumi, Memerdekakan Orang Miskin

 Sigit Kurniawan  |     14 Aug 2016, 09:30

Dunia tempat kita hidup saat ini sedang mengalami krisis besar, yakni krisis lingkungan dan krisis kemanusiaan. Dalam krisis tersebut, yang paling terkena dampaknya adalah masyarakat miskin. Hal ini pula yang menjadi keprihatinan Paus Fransiskus yang ia tuangkan dalam ensiklik Laudato Si.

Memerdekakan Bumi, Memerdekakan Orang Miskin

Paling tidak, jawaban atas keprihatinan Paus tersebut saya temukan dalam acara Jesuit Conference of Asia Pacific (JCAP) yang bertema"A Call to Dialogue on the Sustainability of Life in the ASEAN Context" di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, 8-10 Agustus 2016.

Provinsial Serikat Jesus (SJ) Indonesia, Romo Sunu Hardiyanta SJ mengatakan para Jesuit dipanggil untuk menjawab keprihatinan yang diusung Laudato Si tersebut untuk melindungi Ibu Bumi sebagai rumah kita, baik itu air, udara, atmosfer, dan seluruh ciptaan. Dialog dalam JCAP ini diharapkan bisa menemukan model pembangunan yang benar-benar mengusung kelestarian lingkungan. Namun, para Jesuit tidak bekerja sendiri.

"Kita harus mencari model kolaborasi yang kreatif dan ini melibatkan banyak pihak dan orang-orang yang berkehendak baik, lintas agama, kepercayaan, latar belakang, yang peduli pada keluarga manusia dan alam," ujar Romo Sunu.

Bagi Romo Sunu, ini saat yang baik untuk berbagi masa depan, khususnya bagi bumi dan orang miskin. Hal senada juga diungkapkan oleh J. Eka Priyatma, Rektor Universitas Sanata Dharma. "Pertanyaan mendasarnya, bagaimana masa depan kemanusiaan itu bisa kita raih kalau kita tidak mengubah perilaku, baik produksi, konsumsi, maupun cara kita memperlakukan planet ini?" ujar Eka.

Nah, renungan di Hari Kemerdekaan kali ini, menarik kalau kita merenungkan bagaimana bumi saat ini terjajah. Oleh apa? Oleh gaya hidup kita yang serakah, boros, konsumtif, dan tidak adil. Bumi pun merana dengan aneka bencana alam. Apa hubungannya dengan orang miskin? Merekalah yang paling kena dampaknya jika bencana tersebut terjadi. Bahkan, sampah-sampah akibat pola hedonis dan konsumtif kita selalu menjadi bencana bagi mereka - khususnya bagi mereka yang minus akses pada makanan, air bersih, tempat tinggal layak, pendidikan, dan sebagainya.

Bagaimana cara kita memerdekakan bumi? Paus mengajak kita untuk melakukan "pertobatan ekologis." Kita ubah gaya hidup kita yang lebih mendukung bumi ini lestari. Tak hidup boros, mengurangi pemakaian plastik, hemat listrik, tak serakah, tak hedonis, tak konsumtif, tak boros AC, dan sebagainya. Paling tidak, itulah langkah yang sederhana untuk menanggapi ajakan Paus dalam Laudato Si. Sudahkah kita lakukan?

Lihat Juga:

Tema Minggu (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Rabu, 8 Desember 2021

Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda Cintai bunda kita. Dan ia akan memperoleh rahmat yang berlimpah-limpah untuk membantumu untuk...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi